Selasa, 13 Desember 2016

Pelatihan KSM (pancasutra)

Untuk lebih memahami arti pentingnya pengelolaan dan pengembalian dana bergulir maka LKM Sejahtera Balikpapan melalui UPK dan Faskel mengadakan pelatihan kepada KSM yang akan memanfaatkan dana bergulir.
Hal-hal yang menjadi standar pelaksanaan dana bergulir disampaikan secara menyeluruh oleh Faskel bidang ekonomi Saudara Baso Ali  dihadapan para peserta pelatihan.
terutama pengenalan konsep PANCASUTRA
“Panca” berarti lima, dan “Sutra” berarti dasar. Panca Sutra berarti lima (aturan) dasar. Dan aturan inilah yang menjadi kunci dasar dari sebuah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat menularkan apa yang telah diperoleh dalam pelatihan dapat dilaksanakan dan juga disampaikan kepada seluruh masyarakat

Sesi photo bersama setelah mengikuti pelatihan

Pelatihan KSM tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu Balikpapan  Pada Tanggal 7-8 Desember 2016

Suasana pelatihan KSM 

Dalam pelatihan juga dikenalkan pola Pengembangan Penghidupan Berbasis Masyarakar ( P2BM)/livelihood.
Tujuan kegiatan P2BM adalah menguatkan kelembagaan, kegiatan usaha dan kesempatan kerja serta akses KSM terhadap 5 sumber daya ( potensi aset) secara mandiri, berjesinambungan,responsif gender, memiliki tanggungjawab sosial dan lingkungan yang berorientasi pada peningkatan penghidupan masyarakat dan mendukung terciptanya kawasan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan.
Meningkatnya jumlah KSM yang layak melaksanakan kegiatan peningkatan penghidupan masyarakat.
Meningkatnya jumlah KSM yang dapat bekerjasama dengan berbagai pihak untuk peningkatan penghidupan masyarakat.
Meningkatnya penghidupan anggota KSM.
Memberikan kontribusi terhadap terciptanya kawasan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan.
Penguatan kelembagaan KSM-KSM yang menerapkan prinsif PANCASUTRA ( Pertemuan rutin, pembukuan,pinjaman,pengembalian, dan tabungan)

Perkembangan KSM : 
- Tunas
- Tumbuh
- kembang

Sasaran Kegiatan P2BM :
Penguatan kegiatan usaha KSM

Pendekatan kegiatan usaha adalah melalui pentagonal asset. 
Dari pentagonal asset, kegiatan usaha digolongkan menjadi 2 yaitu:
- usaha produktif
- usaha non produktif

Kategori Perkembangan usaha KSM:
- Potensial 1
- Potensial 2
- Potensial 3

Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan merupakan kegiatan yang dibutuhkan oleh setiap orang/masyarakat untuk menjalankan kehidupannya dengan menggunakan kapasitas/kemampuan serta kepemilikan sumber daya (asset) untuk mencapai tingkat kehidupan yang diharapkan melalui cara berkelompok. Pendekatan penghidupan oleh masyarakat dianggap sebagai salahsatu bentuk pembinaan, dimana masyarakat difasilitasi untuk menggali potensi mereka, potensi/Kelurahan mereka, serta memahami berbagai permasalahan yang mereka hadapi, serta tantangan dan visi kedepan.

Dalam komentarnya Bapak Mustapa Madung seorang sahabat dari LKM KARANGREJO LESTARI mengharapkan pelatihan ini tidak hanya sampai disini dan diharapkan ada pelatihan-pelatihan lainnya 

NO TUNGGAKAN PANCASUTRA OK 

terimakasih kepada :

Baso Ali





=================================E  R  A================================

Jumat, 09 Desember 2016

Pemanfaatan Dana Kolaborasi 2016








Lokasi kegiatan 0%

Alhamdulillah, segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya, kami telah berhasil melaksanakan pemanfaatan dan Kolaborasi seirng dengan selesainya pembuatan Laporan Pertanggungjawaban penggunaan dana ( LPJ ) oleh KSM Sejahtera 29 yang diketuai oleh Bapak Sethen 
Pemanfaatan Dana Kolaborasi kali ini berupa pekerjaan pembuatan jalan paving dan drainase yang bertempat di RT 29 Kelurahan Gunung Sari Ulu.
 Berikut ini spesifikasi kegiatan

Nama Kegiatan   : Jalan Paving

Panjang               : 44 Meter
Lebar                   : 2 Meter
Dana Kolaborasi : Rp. 72.242.000,-

Nama Kegiatan   : Pembuatan Drainase

Panjang                : 70 Meter
Lebar                    : 0,3 Meter
Dana kolaborasi   : Rp. 25.758.000,-

Masyarakat dilingkungan tersebut menyambut antusias kegiatan tersebut, hal tersebut dapat dilihat dari indikator swadaya masyarakatnya yang mencapai lebih kurang Rp. 10.000.000,- berupa pembuatan jembatan penghubung dari bahan kayu ulin selebar 1,50m X 7 m, dan pengaspalan jalan.


UPL LKM Sejahtera Bapak Syarifudin  meninjau lokasi


Pelaksanaan kegiatan 50%



Kegiatan setelah mencapai 100%