Senin, 11 Mei 2020
Kamis, 07 Desember 2017
Tim Inti Perencanaan Partisipatif 2017
Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu Balikpapan pada tanggal 6-7 Desember 2017, LKM Sejahtera mengadakan Pelatihan Masyarakat dan membentuk Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP)
Sebelum melaksanakan tugas-tugasnya, TIPP telah dilatih dalam penyusunan Pemetaan Swadaya. Materi yang disampaikan diantaranya pemaparan mengenai Perencanaan Partisipatif, Membangun Perencanaan Partisipatif, Peran dan fungsi TIPP, Tehnik perencanaan Partisipatif dan Pemetaan Swadaya, Membangun Visi dan cita-cita, Pemahaman Tentang Tata Ruang Wilayah, Pemahaman RPLP, Pemahaman RTPLP, dan pembahasan Rencana Kerja Tindak Lanjut.
Hasil dari TIPP LKM Sejahtera Balikpapan antara lain merencanakan beberapa wilayah menjadi titik kegiatan yang akan datang.
Wilayah tersebut adalah :
1. Wilayah Wisata Alam di Rt 39
2. Wilayah Sentra Kuliner Tradisional di Rt 33
3. Wilayah Sentra Oleh-oleh dan panganan Khas Balikpapan di Rt 19,20,21,22,23,24,dan 36
4. Wilayah Sentra Kerajinan tangan Balikpapan di Rt 04,05,07,08, dan 09.
Lurah kelurahan Gunung Sari Ulu Balikpapan Bapak Sumeri yang juga turut hadir dalam kegiatan ini berpesan dan berharap apa yang dicita-citakan dapat terlaksana dengan baik dan berharap dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat.
Akhirnya LKM Sejahtera Balikpapan berharap masyarakat dapat mengawal kegiatan yang dilaksanakan oleh LKM dimasa mendatang demi terwujudnya visi dan misi LKM Sejahtera Balikpapan.
-----------------------------------------------------E R A-------------------------------------------------------
Sabtu, 01 Juli 2017
LKM BALIKPAPAN PEDULI
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, begitulah yang dirasakan saudara-saudara kita di RT 22 Kelurahan Sepinggan Balikpapan.
Karena pada tanggal 28 Juni 2017 pukul 19.50 wita disaat semua orang tengah bergembira menikmati euforia idul fitri yang baru dirayakan mereka justru tertimpa musibah kebakaran. Kebakaran yang berlangsung selama 2 jam tersebut berhasil dipadamkan dengan menggunakan 6 mobil Pemadam Kebakaran dan membuat 8 Kepala Keluarga kehilangan tempat tinggal.
Berikut nama-nama pemilik rumah yang kehilangan tempat tinggal:
1. Lakali 60th, penghuni 6 jiwa,
2. Sarafa 50th, penghuni 4 jiwa,
3. Ramli 50th, penghuni 5 jiwa
4. La ambe 60th, penghuni 7 jiwa,
5. Aluwi 45th, penghuni 7 jiwa
6. Umar 50th, penghuni 3 jiwa
7. Wa ana 52th, penghuni 6 jiwa,
8. Maimuna 55th, penghuni 5 jiwa.
Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang tertimpa musibah seluruh LKM se Balikpapan menggalang bantuan berupa pakaian layak pakai, makanan instant, dan bermacam kebutuhan sehari-hari dan diserahkan kepada korban melalui posko bencana yang didirikan dilokasi musibah.
Galeri Kegiatan
Itulah salahsatu wujud kepedulian LKM se Balikpapan atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita.
Semoga apa yang kami berikan dapat meringankan beban yang ditanggung oleh mereka yang mengalami musibah.
Dan akhirnya kami memohon do'a agar kami dapat terus peduli dan berbuat baik terhadap sesama.
KOTAKU KOTA BALIKPAPAN
============================== E R A ==============================
Selasa, 04 April 2017
Audit Keuangan atas Program Kota Tanpa Kumuh
A. Audit Administrasi
1. Pemeriksaan pembukuan Sekretaris,
2. Pemeriksaan berkas pembentukan KSM,
3. Pemeriksaan proposal Kegiatan,
4. Pemeriksaan Laporan Pertanggungjawaban KSM,
5. Kesiapan dan program kerja KPP KSM.
Alhamdulillah kegiatan audit administrasi berjalan lancar dan sukses dan audit selanjutnya adalah pemeriksaan di lokasi kegiatan proyek dana kolaborasi...
Untuk lebih akuntabel dalam hal pengelolaan dana kolaborasi tahun 2016 yang lalu, pada tanggal 5 April 2017 bertempat di sekretariat LKM Sejahtera Balikpapan telah dilaksanakan audit keuangan dana kolaborasi 2016 Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).
Hadir dalam kegiatan audit adalah Pimpinan Kolektif LKM Sejahtera, KSM penerima dana Kolabirasi, KPP, Unit Pengelola Lingkungan (UPL), dan pihak kelurahan. dan yang bertindak sebagiai Tim Audit adalah petugas dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur, dan mereka adalah :
1. Bapak Sukardi sebagai pengendali Teknis
2. Ibu Diana Sukmawati Sebagai Ketua Tim
3. Ibu Irma Ika Melati Sebagai Anggota Tim
Audit dibagi menjadi 2 sesi yaitu audit administrasi dan audit dilokasi kegiatan. Untuk audit disekretariat LKM Sejahtera berupa audit Administrasi, yang meliputi:
1. Pemeriksaan pembukuan Sekretaris,
2. Pemeriksaan berkas pembentukan KSM,
3. Pemeriksaan proposal Kegiatan,
4. Pemeriksaan Laporan Pertanggungjawaban KSM,
5. Kesiapan dan program kerja KPP KSM.
Alhamdulillah kegiatan audit administrasi berjalan lancar dan sukses dan audit selanjutnya adalah pemeriksaan di lokasi kegiatan proyek dana kolaborasi...
B. Audit Lokasi Proyek Dana Kolaborasi 2016 RT 29
Proyek dana Kolaborasi 2016 LKM Sejahtera berupa jalan paving dan drainase di RT 29 Gunung Sari Ulu ditinjau dan diperiksa langsung oleh tim Audit BPKP Prov Kalimantan Timur didampingi oleh Pimpinan Kolektif LKM Sejahtera dan KSM sejahtera 29 selaku penerima manfaat.
Hal-hal yang diperiksa melingkupi sinkronisasi Proposal, Detail Enginering Design (DED), serta LPJ KSM.
Audit untuk LKM Sejahtera dimulai tepat pukul 09.00 wita dan berakhir pukul 11.30 wita.
Dan akhirnya kami berharap dengan adanya audit ini kami dapat lebih teliti dalam hal administrasi pengelolaan keuangan sehingga kami bila lebih baik dimasa yang akan datang.
==================================E R A===============================
Apa Itu Program KOTAKU ?
- Apa Itu Program Kotaku ? Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) adalah program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nasional yang merupakan penjabaran dari pelaksanaan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2015 – 2019. Sasaran program ini adalah tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 Ha melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh seluas 38.431 Ha. Serta meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.
- Skema Pelaksanaan Program Kotaku
- Kegiatan Kotaku
- Melakukan baseline data kumuh di 11.067 kelurahan/ desa di 269 kota/kabupaten
- Melaksanakan pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh melalui pola PLPBK yang dilaksanakan di 220 kelurahan/desa eksisting
- Percepatan pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh melalui kolaborasi kota di 100 kota/ kabupaten
- Peningkatan Penghidupan Masyarakat Berbasis Komunitas (PPMK) di 845 kel/desa dan Business Development Center (BDC) di 15 kota/kab
- Pilot PRBBK (Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas) Bencana Kebakaran di 10 kel/desa
- Integrasi Perencanaan : sudah ada RKPKP di 84 kab/kota fasilitasi APBN dan sedang difinalisasi SIAP di 18 kab/ kota melalui fasilitasi NUSP2
- Penguatan Kapasitas Kelembagaan Daerah
- Pembangunan/perbaikan Infrastruktur Permukiman
- Pembangunan Kawasan Permukiman Baru atau New Sites Development (NSD)
Sumber : http://kotatanpakumuh.blogspot.co.id
Selasa, 24 Januari 2017
REMBUG WARGA TAHUNAN 2017 (RWT2017)
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, tahun 2016 telah kita lalui dengan segala suka dan duka.
Hal-hal yang telah kita lakukan tentu saja perlu untuk dievaluasi dengan tujuan untuk memperbaikinya dimasa yang akan datang.
Untuk menyikapi hal tersebut maka pada tanggal 24 Januari 2017 kami melaksanakan kegiatan Rembug Warga Tahunan di Aula Kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu Balikpapan.
Segala macam persoalan dijabarkan dihadapan warga masyarakat sekelurahan Gunung Sari Ulu.
Pokok Permasalahan yang dirembugkan antara lain :
1. Penjabaran Koordinator LKM Sejahtera tentang tantangan yang akan dihadapi dimasa mendatang.
2. Laporan penggunaan dana Bantuan Dana Investasi tahun 2016
3. Konsultasi Publik terhadap Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Pemukiman (RPLP)
Hadir dalam Rembug Warga Tahunan (RWT) ini antara lain Staf Kelurahan Gunung Sari Ulu, Tokoh Masyarakat, Unsur Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan lain-lain sehingga mencapai 50 orang peserta rembug.
Dalam rembug tersebut kemudian tercipta dialog interaktif yang sangat baik menyikapi Dokumen RPLP LKM Sejahtera dan terhadap laporan Dana Kolaborasi diterima oleh masyarakat dengan rasa puas
Akhirnya Kami segenap Dewan pimpinan kolektif LKM Sejahtera Balikpapan terus meminta dukungan dan do'a dari masyarakat se Kelurahan Gunung Sari Ulu Balikpapan agar kami terus peduli dan dapat melaksanakan apa yang diamanatkan melalui RPLP LKM Sejahtera.
=================================E R A==============================
Selasa, 13 Desember 2016
Dana Bergulir 2014
Untuk menambah modal usaha bagi KSM-KSM yang dianggap layak dan untuk membuktikan transparansi kami dalam penyaluran dana bergulir, maka pencairan dana bergulir kali ini kami tempatkan di kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu dan diserahkan langsung oleh Kasie Pembangunan Kelurahan Gunung Sari Ulu Ibu Tulus Widaryuni.
Secara khusus Ibu Tulus mengingatkan kepada KSM Kenanga RT 04 sebagai penerima dana bergulir ini untuk dapat mempergunakan dana tersebut untuk menambah modal usaha, jangan dipergunakan untuk hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan usaha yang digeluti oleh KSM, sehingga kelak dalam pengembalian cicilannya tidak memberatkan anggota penerimanya.
KSM Kenanga yang diketuai oleh Ibu Charlotte Watimury dan beranggotakan 6 (enam) orang tersebut menyambut gembira pencairan dana bergulir tersebut dan berjanji menggunakan dana tersebut dengan bijak.
Pencairan dana bergulir ini merupakan tambahan modal untuk tahap ketiga sebesar Rp. 18.000.000,- yang nanti masing-masing anggotanya menerima Rp. 3.000.000,-
Pencairan dana bergulir ini merupakan tambahan modal untuk tahap ketiga sebesar Rp. 18.000.000,- yang nanti masing-masing anggotanya menerima Rp. 3.000.000,-
Pencairan dana bergulir untuk KSM Kenanga dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2014.
Galeri Photo:
Galeri Photo:
Pelatihan KSM (pancasutra)
Untuk lebih memahami arti pentingnya pengelolaan dan pengembalian dana bergulir maka LKM Sejahtera Balikpapan melalui UPK dan Faskel mengadakan pelatihan kepada KSM yang akan memanfaatkan dana bergulir.
Hal-hal yang menjadi standar pelaksanaan dana bergulir disampaikan secara menyeluruh oleh Faskel bidang ekonomi Saudara Baso Ali dihadapan para peserta pelatihan.
terutama pengenalan konsep PANCASUTRA
“Panca” berarti lima, dan “Sutra” berarti dasar. Panca Sutra berarti lima (aturan) dasar. Dan aturan inilah yang menjadi kunci dasar dari sebuah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat menularkan apa yang telah diperoleh dalam pelatihan dapat dilaksanakan dan juga disampaikan kepada seluruh masyarakat
Sesi photo bersama setelah mengikuti pelatihan
Pelatihan KSM tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu Balikpapan Pada Tanggal 7-8 Desember 2016
Suasana pelatihan KSM
Dalam pelatihan juga dikenalkan pola Pengembangan Penghidupan Berbasis Masyarakar ( P2BM)/livelihood.
Tujuan kegiatan P2BM adalah menguatkan kelembagaan, kegiatan usaha dan kesempatan kerja serta akses KSM terhadap 5 sumber daya ( potensi aset) secara mandiri, berjesinambungan,responsif gender, memiliki tanggungjawab sosial dan lingkungan yang berorientasi pada peningkatan penghidupan masyarakat dan mendukung terciptanya kawasan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan.
Meningkatnya jumlah KSM yang layak melaksanakan kegiatan peningkatan penghidupan masyarakat.
Meningkatnya jumlah KSM yang dapat bekerjasama dengan berbagai pihak untuk peningkatan penghidupan masyarakat.
Meningkatnya penghidupan anggota KSM.
Memberikan kontribusi terhadap terciptanya kawasan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan.
Penguatan kelembagaan KSM-KSM yang menerapkan prinsif PANCASUTRA ( Pertemuan rutin, pembukuan,pinjaman,pengembalian, dan tabungan)
Perkembangan KSM :
- Tunas
- Tumbuh
- kembang
Sasaran Kegiatan P2BM :
Penguatan kegiatan usaha KSM
Pendekatan kegiatan usaha adalah melalui pentagonal asset.
Dari pentagonal asset, kegiatan usaha digolongkan menjadi 2 yaitu:
- usaha produktif
- usaha non produktif
Kategori Perkembangan usaha KSM:
- Potensial 1
- Potensial 2
- Potensial 3
Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan merupakan kegiatan yang dibutuhkan oleh setiap orang/masyarakat untuk menjalankan kehidupannya dengan menggunakan kapasitas/kemampuan serta kepemilikan sumber daya (asset) untuk mencapai tingkat kehidupan yang diharapkan melalui cara berkelompok. Pendekatan penghidupan oleh masyarakat dianggap sebagai salahsatu bentuk pembinaan, dimana masyarakat difasilitasi untuk menggali potensi mereka, potensi/Kelurahan mereka, serta memahami berbagai permasalahan yang mereka hadapi, serta tantangan dan visi kedepan.
Dalam komentarnya Bapak Mustapa Madung seorang sahabat dari LKM KARANGREJO LESTARI mengharapkan pelatihan ini tidak hanya sampai disini dan diharapkan ada pelatihan-pelatihan lainnya
NO TUNGGAKAN PANCASUTRA OK
terimakasih kepada :
Baso Ali
=================================E R A================================
Jumat, 09 Desember 2016
Pemanfaatan Dana Kolaborasi 2016
Lokasi kegiatan 0%
Alhamdulillah, segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya, kami telah berhasil melaksanakan pemanfaatan dan Kolaborasi seirng dengan selesainya pembuatan Laporan Pertanggungjawaban penggunaan dana ( LPJ ) oleh KSM Sejahtera 29 yang diketuai oleh Bapak Sethen
Pemanfaatan Dana Kolaborasi kali ini berupa pekerjaan pembuatan jalan paving dan drainase yang bertempat di RT 29 Kelurahan Gunung Sari Ulu.
Berikut ini spesifikasi kegiatan
Nama Kegiatan : Jalan Paving
Panjang : 44 Meter
Lebar : 2 Meter
Dana Kolaborasi : Rp. 72.242.000,-
Nama Kegiatan : Pembuatan Drainase
Panjang : 70 Meter
Lebar : 0,3 Meter
Dana kolaborasi : Rp. 25.758.000,-
Masyarakat dilingkungan tersebut menyambut antusias kegiatan tersebut, hal tersebut dapat dilihat dari indikator swadaya masyarakatnya yang mencapai lebih kurang Rp. 10.000.000,- berupa pembuatan jembatan penghubung dari bahan kayu ulin selebar 1,50m X 7 m, dan pengaspalan jalan.
Masyarakat dilingkungan tersebut menyambut antusias kegiatan tersebut, hal tersebut dapat dilihat dari indikator swadaya masyarakatnya yang mencapai lebih kurang Rp. 10.000.000,- berupa pembuatan jembatan penghubung dari bahan kayu ulin selebar 1,50m X 7 m, dan pengaspalan jalan.
Pelaksanaan kegiatan 50%
Kegiatan setelah mencapai 100%
Selasa, 11 Oktober 2016
Belajar dari Pengalaman Pidie Tangani Masalah PDB
Langganan:
Postingan (Atom)













































