Kamis, 07 Desember 2017

Tim Inti Perencanaan Partisipatif 2017

Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu Balikpapan pada tanggal 6-7 Desember 2017, LKM Sejahtera mengadakan Pelatihan Masyarakat dan membentuk Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP)

Sebelum melaksanakan tugas-tugasnya, TIPP telah dilatih dalam penyusunan Pemetaan Swadaya. Materi yang disampaikan diantaranya pemaparan mengenai Perencanaan Partisipatif, Membangun Perencanaan Partisipatif, Peran dan fungsi TIPP, Tehnik perencanaan Partisipatif dan Pemetaan Swadaya, Membangun Visi dan cita-cita, Pemahaman Tentang Tata Ruang Wilayah, Pemahaman RPLP, Pemahaman RTPLP, dan pembahasan Rencana Kerja Tindak Lanjut.


Hasil dari TIPP LKM Sejahtera Balikpapan antara lain merencanakan beberapa wilayah menjadi titik kegiatan yang akan datang.

Wilayah tersebut adalah :

1. Wilayah Wisata Alam di Rt 39
2. Wilayah Sentra Kuliner Tradisional di Rt 33
3. Wilayah Sentra Oleh-oleh dan panganan Khas Balikpapan di Rt 19,20,21,22,23,24,dan 36
4. Wilayah Sentra Kerajinan tangan Balikpapan di Rt 04,05,07,08, dan 09.





Lurah kelurahan Gunung Sari Ulu Balikpapan Bapak Sumeri yang juga turut hadir dalam kegiatan ini berpesan dan berharap apa yang dicita-citakan dapat terlaksana dengan baik dan berharap dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat.


Akhirnya LKM Sejahtera Balikpapan berharap masyarakat dapat mengawal kegiatan yang dilaksanakan oleh LKM dimasa mendatang demi terwujudnya visi dan misi LKM Sejahtera Balikpapan.


-----------------------------------------------------E     R     A-------------------------------------------------------  

Sabtu, 01 Juli 2017

LKM BALIKPAPAN PEDULI

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, begitulah yang dirasakan saudara-saudara kita di RT 22 Kelurahan Sepinggan Balikpapan.
Karena pada tanggal 28 Juni 2017 pukul 19.50 wita disaat semua orang tengah bergembira menikmati euforia idul fitri yang baru dirayakan mereka justru tertimpa musibah kebakaran. Kebakaran yang berlangsung selama 2 jam tersebut berhasil dipadamkan dengan menggunakan 6 mobil Pemadam Kebakaran dan membuat 8 Kepala Keluarga kehilangan tempat tinggal.

Berikut nama-nama pemilik rumah yang kehilangan tempat tinggal:

1. Lakali 60th, penghuni 6 jiwa,
2. Sarafa 50th, penghuni 4 jiwa,
3. Ramli 50th, penghuni 5 jiwa
4. La ambe 60th, penghuni 7 jiwa,
5. Aluwi 45th, penghuni 7 jiwa
6. Umar 50th, penghuni 3 jiwa
7. Wa ana 52th, penghuni 6 jiwa,
8. Maimuna 55th, penghuni 5 jiwa.

Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang tertimpa musibah seluruh LKM se Balikpapan menggalang bantuan berupa pakaian layak pakai, makanan instant, dan bermacam kebutuhan sehari-hari dan diserahkan kepada korban melalui posko bencana yang didirikan dilokasi musibah.

Galeri Kegiatan









Itulah salahsatu wujud kepedulian LKM se Balikpapan atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita.
Semoga apa yang kami berikan dapat meringankan beban yang ditanggung oleh mereka yang mengalami musibah.
Dan akhirnya kami memohon do'a agar kami dapat terus peduli dan berbuat baik terhadap sesama.


KOTAKU KOTA BALIKPAPAN


============================== E       R      A ==============================

Selasa, 04 April 2017

Audit Keuangan atas Program Kota Tanpa Kumuh

A. Audit Administrasi

           Untuk lebih akuntabel dalam hal pengelolaan dana kolaborasi tahun 2016 yang lalu, pada tanggal 5 April 2017 bertempat di sekretariat LKM Sejahtera Balikpapan telah dilaksanakan audit keuangan dana kolaborasi 2016 Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).
             Hadir dalam kegiatan audit adalah Pimpinan Kolektif LKM Sejahtera, KSM penerima dana Kolabirasi, KPP, Unit Pengelola Lingkungan (UPL), dan pihak kelurahan. dan yang bertindak sebagiai Tim Audit adalah petugas dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur, dan mereka adalah : 

                                1. Bapak Sukardi  sebagai pengendali Teknis
                                2. Ibu Diana Sukmawati Sebagai Ketua Tim
                                3. Ibu Irma Ika Melati Sebagai Anggota Tim 

              Audit dibagi menjadi 2 sesi yaitu audit administrasi dan audit dilokasi kegiatan. Untuk audit disekretariat LKM Sejahtera berupa audit Administrasi, yang meliputi:

                                1. Pemeriksaan pembukuan Sekretaris,
                                2. Pemeriksaan berkas pembentukan KSM,
                                3. Pemeriksaan proposal Kegiatan,
                                4. Pemeriksaan Laporan Pertanggungjawaban KSM,
                                5. Kesiapan dan program kerja KPP KSM.

                 Alhamdulillah kegiatan audit administrasi berjalan lancar dan sukses dan audit selanjutnya adalah pemeriksaan di lokasi kegiatan proyek dana kolaborasi...



             


B. Audit Lokasi Proyek Dana Kolaborasi 2016 RT 29 

                  Proyek dana Kolaborasi 2016 LKM Sejahtera berupa jalan paving dan drainase di RT 29 Gunung Sari Ulu ditinjau dan diperiksa langsung oleh tim Audit BPKP Prov Kalimantan Timur didampingi oleh Pimpinan Kolektif LKM Sejahtera dan KSM sejahtera 29 selaku penerima manfaat.
                    Hal-hal yang diperiksa melingkupi sinkronisasi Proposal, Detail Enginering Design (DED), serta LPJ KSM.




             Audit untuk LKM Sejahtera dimulai tepat pukul 09.00 wita dan berakhir pukul 11.30 wita.

             Dan akhirnya kami berharap dengan adanya audit ini kami dapat lebih teliti dalam hal administrasi pengelolaan keuangan sehingga kami bila lebih baik dimasa yang akan datang.


==================================E   R   A===============================

Apa Itu Program KOTAKU ?

  1. Apa Itu Program Kotaku ?
  2. Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) adalah program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nasional yang merupakan penjabaran dari pelaksanaan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2015 – 2019. Sasaran
    program ini adalah tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 Ha melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh seluas 38.431 Ha. Serta meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.
  3. Skema Pelaksanaan Program Kotaku
  4. Kegiatan Kotaku
    • Melakukan baseline data kumuh di 11.067 kelurahan/ desa di 269 kota/kabupaten
    • Melaksanakan pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh melalui pola PLPBK yang dilaksanakan di 220 kelurahan/desa eksisting
    • Percepatan pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh melalui kolaborasi kota di 100 kota/ kabupaten
    • Peningkatan Penghidupan Masyarakat Berbasis Komunitas (PPMK) di 845 kel/desa dan Business Development Center (BDC) di 15 kota/kab
    • Pilot PRBBK (Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas) Bencana Kebakaran di 10 kel/desa
    • Integrasi Perencanaan : sudah ada RKPKP di 84 kab/kota fasilitasi APBN dan sedang difinalisasi SIAP di 18 kab/ kota melalui fasilitasi NUSP2

  • Apa itu NUSP-2
  • NUSP adalah program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman di perkotaan yang dilaksanakan melalui kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta, serta penguatan kapasitas kelembagaan daerah untuk menjamin terlaksananya pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di perkotaan yang mandiri dan berkelanjutan serta berpihak pada masyarakat miskin.
  • Komponen Program NUSP-2
  • Meliputi 3 (tiga) kegiatan utama, yaitu : 
    1. Penguatan Kapasitas Kelembagaan Daerah
    2. Pembangunan/perbaikan Infrastruktur Permukiman
    3. Pembangunan Kawasan Permukiman Baru atau New Sites Development (NSD)
    Sumber : http://kotatanpakumuh.blogspot.co.id

    Selasa, 24 Januari 2017

    REMBUG WARGA TAHUNAN 2017 (RWT2017)

    Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, tahun 2016 telah kita lalui dengan segala suka dan duka.

    Hal-hal yang telah kita lakukan tentu saja perlu untuk dievaluasi dengan tujuan untuk memperbaikinya dimasa yang akan datang.

    Untuk menyikapi hal tersebut maka pada tanggal 24 Januari 2017 kami melaksanakan kegiatan Rembug Warga Tahunan di Aula Kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu Balikpapan.

    Segala macam persoalan dijabarkan dihadapan warga masyarakat sekelurahan Gunung Sari Ulu.

    Pokok Permasalahan yang dirembugkan antara lain : 

    1. Penjabaran Koordinator LKM Sejahtera tentang tantangan yang akan dihadapi dimasa mendatang.

    2. Laporan penggunaan dana Bantuan Dana Investasi tahun 2016

    3. Konsultasi Publik terhadap Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Pemukiman (RPLP) 

    Hadir dalam Rembug Warga Tahunan (RWT) ini antara lain Staf Kelurahan Gunung Sari Ulu, Tokoh Masyarakat, Unsur Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan lain-lain sehingga mencapai 50 orang peserta rembug.

    Dalam rembug tersebut kemudian tercipta dialog interaktif yang sangat baik menyikapi Dokumen RPLP LKM Sejahtera dan terhadap laporan Dana Kolaborasi diterima oleh masyarakat dengan rasa puas 

    Akhirnya Kami segenap Dewan pimpinan kolektif LKM Sejahtera Balikpapan terus meminta dukungan dan do'a dari masyarakat se Kelurahan Gunung Sari Ulu Balikpapan agar kami terus peduli dan dapat melaksanakan apa yang diamanatkan melalui RPLP LKM Sejahtera.





    =================================E      R      A==============================


    Selasa, 13 Desember 2016

    Dana Bergulir 2014

         Untuk menambah modal usaha bagi KSM-KSM yang dianggap layak dan untuk membuktikan transparansi kami dalam penyaluran dana bergulir, maka pencairan dana bergulir kali ini kami tempatkan di kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu dan diserahkan langsung oleh Kasie Pembangunan Kelurahan Gunung Sari Ulu Ibu Tulus Widaryuni.
             Secara khusus Ibu Tulus mengingatkan kepada KSM Kenanga RT 04 sebagai penerima dana bergulir ini untuk dapat mempergunakan dana tersebut untuk menambah modal usaha, jangan dipergunakan untuk hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan usaha yang digeluti oleh KSM, sehingga kelak dalam pengembalian cicilannya tidak memberatkan anggota penerimanya.
          KSM Kenanga yang diketuai oleh Ibu Charlotte Watimury dan beranggotakan 6 (enam) orang tersebut menyambut gembira pencairan dana bergulir tersebut dan berjanji menggunakan dana tersebut dengan bijak.
              Pencairan dana bergulir ini merupakan  tambahan modal untuk tahap ketiga sebesar Rp. 18.000.000,- yang nanti masing-masing anggotanya menerima Rp. 3.000.000,-
              Pencairan dana bergulir untuk KSM Kenanga dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2014.

    Galeri Photo:





    KITA PEDULI 
    KITA BISA ATASI......



    ================================E   R   A=================================

    Pelatihan KSM (pancasutra)

    Untuk lebih memahami arti pentingnya pengelolaan dan pengembalian dana bergulir maka LKM Sejahtera Balikpapan melalui UPK dan Faskel mengadakan pelatihan kepada KSM yang akan memanfaatkan dana bergulir.
    Hal-hal yang menjadi standar pelaksanaan dana bergulir disampaikan secara menyeluruh oleh Faskel bidang ekonomi Saudara Baso Ali  dihadapan para peserta pelatihan.
    terutama pengenalan konsep PANCASUTRA
    “Panca” berarti lima, dan “Sutra” berarti dasar. Panca Sutra berarti lima (aturan) dasar. Dan aturan inilah yang menjadi kunci dasar dari sebuah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
    Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat menularkan apa yang telah diperoleh dalam pelatihan dapat dilaksanakan dan juga disampaikan kepada seluruh masyarakat

    Sesi photo bersama setelah mengikuti pelatihan

    Pelatihan KSM tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu Balikpapan  Pada Tanggal 7-8 Desember 2016

    Suasana pelatihan KSM 

    Dalam pelatihan juga dikenalkan pola Pengembangan Penghidupan Berbasis Masyarakar ( P2BM)/livelihood.
    Tujuan kegiatan P2BM adalah menguatkan kelembagaan, kegiatan usaha dan kesempatan kerja serta akses KSM terhadap 5 sumber daya ( potensi aset) secara mandiri, berjesinambungan,responsif gender, memiliki tanggungjawab sosial dan lingkungan yang berorientasi pada peningkatan penghidupan masyarakat dan mendukung terciptanya kawasan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan.
    Meningkatnya jumlah KSM yang layak melaksanakan kegiatan peningkatan penghidupan masyarakat.
    Meningkatnya jumlah KSM yang dapat bekerjasama dengan berbagai pihak untuk peningkatan penghidupan masyarakat.
    Meningkatnya penghidupan anggota KSM.
    Memberikan kontribusi terhadap terciptanya kawasan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan.
    Penguatan kelembagaan KSM-KSM yang menerapkan prinsif PANCASUTRA ( Pertemuan rutin, pembukuan,pinjaman,pengembalian, dan tabungan)

    Perkembangan KSM : 
    - Tunas
    - Tumbuh
    - kembang

    Sasaran Kegiatan P2BM :
    Penguatan kegiatan usaha KSM

    Pendekatan kegiatan usaha adalah melalui pentagonal asset. 
    Dari pentagonal asset, kegiatan usaha digolongkan menjadi 2 yaitu:
    - usaha produktif
    - usaha non produktif

    Kategori Perkembangan usaha KSM:
    - Potensial 1
    - Potensial 2
    - Potensial 3

    Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan merupakan kegiatan yang dibutuhkan oleh setiap orang/masyarakat untuk menjalankan kehidupannya dengan menggunakan kapasitas/kemampuan serta kepemilikan sumber daya (asset) untuk mencapai tingkat kehidupan yang diharapkan melalui cara berkelompok. Pendekatan penghidupan oleh masyarakat dianggap sebagai salahsatu bentuk pembinaan, dimana masyarakat difasilitasi untuk menggali potensi mereka, potensi/Kelurahan mereka, serta memahami berbagai permasalahan yang mereka hadapi, serta tantangan dan visi kedepan.

    Dalam komentarnya Bapak Mustapa Madung seorang sahabat dari LKM KARANGREJO LESTARI mengharapkan pelatihan ini tidak hanya sampai disini dan diharapkan ada pelatihan-pelatihan lainnya 

    NO TUNGGAKAN PANCASUTRA OK 

    terimakasih kepada :

    Baso Ali





    =================================E  R  A================================

    Jumat, 09 Desember 2016

    Pemanfaatan Dana Kolaborasi 2016








    Lokasi kegiatan 0%

    Alhamdulillah, segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya, kami telah berhasil melaksanakan pemanfaatan dan Kolaborasi seirng dengan selesainya pembuatan Laporan Pertanggungjawaban penggunaan dana ( LPJ ) oleh KSM Sejahtera 29 yang diketuai oleh Bapak Sethen 
    Pemanfaatan Dana Kolaborasi kali ini berupa pekerjaan pembuatan jalan paving dan drainase yang bertempat di RT 29 Kelurahan Gunung Sari Ulu.
     Berikut ini spesifikasi kegiatan

    Nama Kegiatan   : Jalan Paving

    Panjang               : 44 Meter
    Lebar                   : 2 Meter
    Dana Kolaborasi : Rp. 72.242.000,-

    Nama Kegiatan   : Pembuatan Drainase

    Panjang                : 70 Meter
    Lebar                    : 0,3 Meter
    Dana kolaborasi   : Rp. 25.758.000,-

    Masyarakat dilingkungan tersebut menyambut antusias kegiatan tersebut, hal tersebut dapat dilihat dari indikator swadaya masyarakatnya yang mencapai lebih kurang Rp. 10.000.000,- berupa pembuatan jembatan penghubung dari bahan kayu ulin selebar 1,50m X 7 m, dan pengaspalan jalan.


    UPL LKM Sejahtera Bapak Syarifudin  meninjau lokasi


    Pelaksanaan kegiatan 50%



    Kegiatan setelah mencapai 100%


    Selasa, 11 Oktober 2016

    Belajar dari Pengalaman Pidie Tangani Masalah PDB

    Pidie, 11 Oktober 2016
    Belajar dari Pengalaman Pidie Tangani Masalah PDB

    Oleh:
    Maya Keumala DewiAskot CD
    Kabupaten Pidie
    OSP 10 Aceh
    Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
    Berbicara Pinjaman Dana Bergulir (PDB), yang terlintas hanya satu kata “macet”. Dan dari sekian banyak kegiatan yang ada, PDB selalu menjadi fenomena. PDB dimulai pasca awal program, hingga akhirnya program berganti nama. Namun, permasalahan PDB belum, bahkan tak kunjung tuntas.
    Terlalu banyak kendala saat PDB akan dituntaskan oleh konsultan lapangan, karena masih banyaknya pemahaman masyarakat bahwa dana tersebut adalah hibah, sehingga masyarakat beranggapan dana tersebut tidak perlu dikembalikan lagi. Akibat dari anggapan tersebut, tidak menutup mata, ada di antara para peminjam yang menggunakan dana tersebut bukan untuk pengembangan usaha, melainkan untuk kebutuhan sekunder. Ada juga yang menggunakannya untuk kebutuhan primer, karena banyak di antara peminjam tidak memiliki usaha.
    PDB sering menjadi pisau bermata dua. Jika pengelolaan dilakukan dengan baik maka akan memberikan dampak positif dalam peningkatan ekonomi rumah tangga masyarakat. Di sisi lain, PDB berpotensi mengurangi keharmonisan hubungan antarsesama masyarakat yang mengalami kendala dalam pengembalian pinjaman. Semua terletak pada pemahaman yang ada. Mengubah pemahaman tidak semudah membalikkan telapak tangan.
    Ada beberapa rencana taktis dan strategi yang harus digunakan terkait penyelesaian hal tersebut, seperti menjadikan pembahasan PDB sebagai “trending topic” dalam setiap pertemuan. Terkait strategi tersebut fasilitator di lapangan tak jarang menemukan hambatan besar, seperti adanya peringatan keras dari masyarakat yang mengatakan bahwa hanya akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat antara satu dan lainnya. Terutama akan merusak keharmonisan yang sudah terbina selama ini. Setidaknya itu yang dialami oleh dua tim fasilitator, TF 11 dan TF 12, yang ada di wilayah dampingan Program KOTAKU Kabupaten Pidie.
    Strategi lainnya yang dilakukan oleh tim fasilitator adalah pendekatan kepada para tokoh masyarakat dan tokoh kunci di setiap gampong. Pendekatan yang dilakukan, antara lain, mengawali topik pembicaraan dengan berbagai cara, tapi tidak langsung pada titik permasalahan. Strategi lainnya adalah melibatkan geuchik (kepala desa) terkait penanganan PDB. Tak jarang ada geuchik yang langsung menolak terkait permasalahan ini, sampai ada ungkapan, “Lagee ta peudong iku mie.”(Baca: Seperti kita meluruskan ekor kucing).
    Namun demikian, usaha dan pendekatan terus dilakukan dengan terus memberikan pemahaman pada geuchik baik secara personal ataupun dalam setiap pertemuan yang ada. Upaya terus dilakukan, sampai melibatkan pihak kecamatan. Secara khusus tim meminta dukungan camat, dan Camat Kota Sigli Syaiful Ikhwan menyambut baik hal ini. Akhirnya camat pun menjadikan PDB sebagai salah satu topik bahasan dalam setiap rapat rutin yang dilakukan bersama para geuchik untuk 15 desa di bawah Kecamatan Kota Sigli.
    Proses penyelesaian tersebut terbukti cukup efektif dan memberikan dampak yang luar biasa terhadap permasalahan PDB yang macet. Masyarakat yang mengalami kemacetan dalam pengembalian dana bergulir secara sadar akhirnya mau diajak dalam pertemuan pembahasan khusus terkait PDB, yang ikut disaksikan oleh geuchik dan aparaturgampong serta BKM, bukan hanya sebatas pada pertemuan geuchik, bahkan sampai pada pertemuan tingkat Kabupaten Sigli pembahasan PDB menjadi salah satu agenda yang disampaikan.
    Tindakan awal yang dilakukan oleh fasilitator bersama masyarakat dan juga aparatur adalah mengumpulkan ulang data para peminjam. Memang sebagian data para peminjam hilang, karena tidak adanya sistem manajemen administrasi sejak awal. Kemudian, dilakukan identifikasi data melalui tokoh masyarakat dan tokoh kunci yang ada di gampong. Hal ini merupakan salah satu tantangan terbesar bagi fasilitator.
    Di tingkatan konsultan dan fasilitator banyak paradigma yang muncul bahwa permasalahan PDB identik pada tugas dan tanggung jawab fasilitator ekonomi (di tingkatan fasilitator), dan UPK (di tingkatan desa). Namun, berbeda yang dilakukan oleh TF 11- 12 Kabupaten Pidie. Permasalahan PDB adalah permasalahan semuanya. Karena, berbicara masalah PDB artinya berbicara permasalahan tim. Ada permasalahan sosial di sana, yang lebih kepada permasalahan mengubah pola pikir.
    Tim fasilitator juga melakukan penguatan kelompok melalui penerapan “Panca Sutra” agar lebih memperkuat kelompok. Selain itu, tim fasilitator bersama aparatur gampongmelakukan penguatan mendalam kepada masyarakat, demi menetralisir hubungan yang sempat terganggu antarmasyarakat yang muncul kembali karena masalah pinjaman dana bergulir tersebut.
    Kini fasilitator juga membantu langsung dalam memberikan konsultasi dan arahan mengenai strategi usaha yang dijalankan dan perubahan cara pikir untuk selalu dapat menjalankan “Panca Sutra” demi membangun kembali kelompok-kelompok yang sempat tidak terkoordinir dengan baik selama ini. Harapannya ke depan, PDB dapat menjadi acuan motivasi terhadap pengembangan usaha, hingga mampu menjadikan program ini sebagai peningkatan ekonomi rumah tangga bagi masyarakata berpendapatan rendah. [Aceh]
    Editor: Nina Razad

    Sumber : KOTAKU NASIONAL